-->

Kucing Tonkinese

- October 23, 2012


Kucing Tonkinese adalah kucing dengan bulu pendek, ukuran badan sedang dan berotot. Bentuk kepala pertengahan antara segitiga dan bulat. Moncong agak bulat, mata berbentuk seperti kacang almond dengan warna bervariasi tergantung warna buli. 

Ada empat warna tonkinese, yaitu natural disebut juga seal atau sable (coklat tua), champagne disebut juga chocolate, platinum sering disebut juga lilac atau frost dan warna blue (abu-abu). 

Warna-warna tersebut bisa terdapat pada tiga pola warna, yaitu : solid, point dan mink. Pola warna point seperti pola warna pada kucing siam, kontras warna tubuh dengan daerah point (telinga, ekor,kaki) terlihat sangat jelas. Pola warna mink‚ ciri khas tonkinese, kontras pertengahan antara siam dan burmese. Pola warna solid seperti pola warna pada burmese, bukan solid sebenarnya. 

Kucing Tonkinese tetap aktif walaupun pemiliknya tidak ada, sebaiknya meninggalkan mereka dengan mainan atau bahkan kucing lain. Mereka tidak suka hidup sendiri tanpa perhatian.

Kucing Tonkinese pertama yang tercatat bernama Wong Mau, kucing yang dibawa dari Birma (sekarang Myammar) ke Amerika ada tahun 1930-an, kucing tersebut kucing siam berwarna coklat. Pada tahun 1950-an, seorang pemilik kucing di New York yang bernama Milan Greer, mulai mengembangbiakan kucing yang dia sebut Golden Siamese yang dihasilkan dari perkawinan kucing Siam dengan Burmese. Pada awalnya, program pengembangbiakan ini bertujuan menghasilkan kucing dengan warna Mahoni dan warna point yang gelap. 

Milan Greer menghasilkan kucing-kucing dengan genetik murni ini selama 5 generasi. Kucing-kucing miliknya sangat populer sekitar tahun 1950-1960. Greer menghasilkan kucing coklat dengan warna point coklat tua atau seal. Setelah 5 generasi tersebut,

greer kehilangan minatnya untuk meneruskan perkembangbiakan kucing-kucingnya. Sekitar awal 1960, seorang penggemar kucing di Kanada, bernama Margaret Conroy, memutuskan untuk menyilangkan siam warna sealpoint dengan burmese berwarna sable (coklat tua). Pada saat itu kucing siam belum memiliki sifat-sifat genetik yang murni dan stabil. 

Dengan bantuan beberapa temannya, Conroy menuliskan beberapa standar ras tersebut dan mengajukannya ke Canadian cat association. Pada tahun 1960 ras tersebut telah diakui di Kanada. Ras tonkinese mendapatkan status untuk kontes dari Canadian Cat Association pada tahun 1971. Baru pada tahun 1979 CFA dan TICA mengakui ras ini untuk diikutkan dalam kontes.
Pada akhir 1960-an Margaret Conroy tidak lagi mengembangbiakkan tonkinese, tetapi kucing-kucing yang dihasilkannya telah menyebar ke Amerika Serikat. Pada tahun 1965, seorang breeder Amerika bernama Jane Barletta mulai mengembangkan tonkinese ini.



______sincerely_____
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search